Home / Artikel / KBLI Itu Apa? Pahami Fungsi dan Cara Memilih Kode Usaha
Jasa Pengurusan NIB

KBLI Itu Apa? Pahami Fungsi dan Cara Memilih Kode Usaha

Oleh Admin Utama 14 menit baca
KBLI Itu Apa? Pahami Fungsi dan Cara Memilih Kode Usaha

KBLI itu apa? KBLI adalah singkatan dari Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, yaitu sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengelompokkan kegiatan ekonomi atau kegiatan usaha berdasarkan jenis aktivitasnya. Sederhananya, KBLI membantu menentukan bidang usaha yang dijalankan oleh seseorang atau badan usaha melalui kode tertentu.

Bagi pelaku usaha, memahami KBLI bukan sekadar mengetahui kepanjangannya. Pemilihan kode KBLI berkaitan dengan kegiatan usaha yang dicantumkan dalam administrasi bisnis dan proses perizinan berusaha melalui OSS. Karena itu, pemilik usaha perlu memilih kode yang benar-benar sesuai dengan aktivitas bisnisnya.

Misalnya, seseorang menjalankan bisnis kuliner. Kegiatan usaha tersebut perlu diklasifikasikan berdasarkan aktivitas yang dilakukan, bukan hanya berdasarkan nama merek atau nama tokonya. Hal yang sama berlaku untuk usaha perdagangan, jasa, konstruksi, teknologi, manufaktur, dan berbagai sektor lainnya.

KBLI Itu Apa dan Apa Fungsinya?

Apa Kepanjangan dan Pengertian KBLI?

KBLI merupakan singkatan dari Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. Sistem ini digunakan untuk mengelompokkan berbagai kegiatan ekonomi di Indonesia ke dalam klasifikasi tertentu.

Setiap jenis kegiatan usaha memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, pemerintah membutuhkan sistem klasifikasi agar kegiatan ekonomi dapat dikelompokkan secara lebih terstruktur.

Dalam praktik bisnis, KBLI dapat dipahami sebagai kode yang menggambarkan bidang atau kegiatan usaha yang dijalankan.

Kode tersebut tidak sekadar menunjukkan nama bisnis. Pemilik usaha perlu melihat aktivitas yang benar-benar dilakukan. Contohnya, bisnis yang menjual produk kepada konsumen memiliki karakteristik kegiatan yang berbeda dengan bisnis yang memproduksi produk tersebut.

Hal ini membuat pemilihan kode KBLI perlu dilakukan dengan cermat. Jangan memilih kode hanya karena nama kategorinya terlihat mirip dengan bisnis yang dijalankan.

Apa Fungsi KBLI dalam Dunia Usaha?

KBLI memiliki beberapa fungsi penting dalam kegiatan usaha, terutama untuk membantu mengidentifikasi jenis kegiatan ekonomi yang dijalankan.

Beberapa fungsi KBLI antara lain:

  • Mengelompokkan kegiatan usaha berdasarkan bidangnya.

  • Mengidentifikasi aktivitas ekonomi suatu usaha.

  • Membantu proses administrasi dan perizinan berusaha.

  • Menjadi bagian dari informasi kegiatan usaha dalam sistem OSS.

  • Membantu pemerintah mengelompokkan data dan statistik kegiatan ekonomi.

  • Membantu pelaku usaha menentukan klasifikasi kegiatan bisnis yang sesuai.

Dengan adanya klasifikasi ini, berbagai jenis kegiatan usaha dapat dicatat menggunakan standar yang lebih seragam. Hal tersebut penting karena satu bisnis bisa saja memiliki aktivitas yang berbeda dengan bisnis lain meskipun keduanya menggunakan istilah usaha yang hampir sama.

Mengapa Pemilik Usaha Perlu Memahami KBLI?

Pemilik usaha perlu memahami KBLI karena kegiatan bisnis yang dijalankan harus memiliki klasifikasi yang sesuai. Kesalahan menentukan kode dapat menyebabkan informasi kegiatan usaha tidak menggambarkan bisnis yang sebenarnya.

Hal ini menjadi semakin penting ketika pelaku usaha mengurus NIB, CV, PT, PT Perorangan, atau legalitas usaha lainnya.

Sebagai contoh, seorang pengusaha mungkin menggunakan nama usaha “ABC Kreatif”. Nama tersebut belum menjelaskan apakah bisnisnya bergerak di bidang desain, percetakan, perdagangan, periklanan, atau aktivitas lainnya.

Karena itu, penentuan KBLI harus berdasarkan kegiatan usaha, bukan semata-mata berdasarkan nama brand.

Apa Hubungan KBLI dengan NIB dan OSS?

KBLI dalam Proses Pembuatan NIB

KBLI memiliki hubungan erat dengan proses perizinan berusaha karena kegiatan usaha menjadi salah satu informasi penting yang perlu dicantumkan oleh pelaku usaha.

Ketika membuat Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS, pelaku usaha perlu memasukkan informasi mengenai kegiatan usahanya. Kegiatan tersebut kemudian dikaitkan dengan klasifikasi yang sesuai.

OSS sendiri menyediakan sistem perizinan berusaha secara elektronik. Karena itu, pemilik bisnis yang sedang membuat NIB perlu memahami bidang usaha yang sebenarnya dijalankan sebelum menentukan kode.

Dengan kata lain, prosesnya bukan sekadar:

“Saya punya bisnis → pilih kode secara acak → selesai.”

Pelaku usaha perlu melalui proses:

Identifikasi kegiatan usaha → cari klasifikasi yang sesuai → periksa uraian kegiatan → sesuaikan dengan kebutuhan perizinan.

Informasi resmi mengenai perizinan berusaha dan sistem OSS dapat diperiksa melalui OSS Indonesia.

Mengapa Pemilihan KBLI Mempengaruhi Perizinan?

Pemilihan KBLI dapat berkaitan dengan jenis perizinan dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu usaha. Setiap kegiatan usaha memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang dapat berbeda.

Karena itu, pelaku usaha sebaiknya tidak menganggap semua kode usaha memiliki persyaratan yang sama.

Misalnya, kegiatan usaha yang bergerak dalam perdagangan tentu memiliki karakteristik berbeda dengan kegiatan konstruksi atau produksi makanan. Perbedaan aktivitas tersebut dapat berpengaruh terhadap kebutuhan izin usaha, sertifikasi, standar tertentu, atau persyaratan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Inilah alasan mengapa menentukan KBLI dengan tepat sejak awal dapat membantu proses pengurusan legalitas usaha menjadi lebih terarah.

Apakah Satu Usaha Bisa Memiliki Beberapa KBLI?

Satu badan atau pelaku usaha dapat menjalankan lebih dari satu kegiatan usaha. Karena itu, dalam kondisi tertentu, usaha dapat memiliki beberapa klasifikasi kegiatan yang sesuai dengan aktivitas bisnisnya.

Contohnya, sebuah perusahaan tidak hanya melakukan perdagangan produk, tetapi juga menjalankan kegiatan jasa tertentu. Jika kedua aktivitas tersebut memang menjadi bagian dari kegiatan bisnisnya, pemilik usaha perlu melihat klasifikasi yang sesuai untuk masing-masing kegiatan.

Namun, bukan berarti pemilik usaha harus memasukkan sebanyak mungkin kode KBLI.

Prinsip yang lebih tepat adalah mencantumkan kegiatan usaha yang memang dijalankan atau akan dijalankan dan memastikan klasifikasinya sesuai.

Terlalu sedikit kode dapat membuat kegiatan usaha tertentu tidak tercakup. Sebaliknya, mencantumkan kegiatan yang sebenarnya tidak dijalankan juga bukan pendekatan yang tepat.

Cara Memilih KBLI yang Tepat untuk Usaha

Memilih KBLI tidak cukup hanya dengan mencari kode yang namanya terlihat paling mirip dengan bisnis Anda. Kode usaha harus menggambarkan kegiatan usaha yang benar-benar dijalankan atau akan dijalankan. Ketepatan ini penting karena informasi kegiatan usaha dapat berkaitan dengan NIB, perizinan berusaha, serta persyaratan tertentu sesuai bidang bisnis.

Identifikasi Kegiatan Utama Bisnis

Langkah pertama adalah memahami aktivitas bisnis secara spesifik. Tanyakan apa yang sebenarnya Anda lakukan untuk menghasilkan pendapatan.

Misalnya, Anda menjalankan bisnis pakaian. Aktivitas bisnis bisa berupa:

  • Memproduksi pakaian sendiri.

  • Membeli pakaian dari produsen lalu menjualnya kembali.

  • Menjual pakaian secara grosir.

  • Menjual pakaian secara eceran.

  • Menyediakan jasa desain pakaian.

  • Menjadi distributor atau agen produk pakaian.

Meskipun semuanya berkaitan dengan pakaian, jenis kegiatan usahanya berbeda. Karena itu, pemilik bisnis perlu menentukan aktivitas utama sebelum mencari kode KBLI.

Hal yang sama berlaku untuk usaha kuliner. Bisnis yang memproduksi makanan, menjalankan restoran, menyediakan katering, atau menjual makanan kemasan dapat memiliki klasifikasi kegiatan usaha yang berbeda.

Agar lebih mudah, buat daftar sederhana mengenai kegiatan bisnis Anda:

  1. Produk atau jasa apa yang ditawarkan?

  2. Apakah Anda memproduksi sendiri atau menjual kembali?

  3. Siapa konsumen utama Anda?

  4. Bagaimana cara Anda menjual produk atau jasa?

  5. Apakah ada kegiatan usaha tambahan?

  6. Dari aktivitas mana bisnis mendapatkan pendapatan?

Jawaban tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan bidang usaha dan mencari klasifikasi yang paling sesuai.

Cari Kode KBLI yang Sesuai

Setelah mengetahui kegiatan usaha, langkah berikutnya adalah mencari kode yang sesuai. Jangan hanya memasukkan nama bisnis atau nama brand sebagai kata kunci pencarian. Fokuskan pencarian pada aktivitas ekonomi yang dilakukan.

Sebagai contoh, nama usaha “Berkah Digital” belum cukup untuk menentukan KBLI. Nama tersebut bisa digunakan oleh bisnis yang bergerak di bidang jasa desain, pemasaran digital, pengembangan perangkat lunak, perdagangan perangkat elektronik, atau aktivitas lainnya.

Informasi resmi mengenai klasifikasi kegiatan usaha dapat dicek melalui Badan Pusat Statistik (BPS) dan informasi perizinan berusaha melalui OSS Indonesia.

Perhatikan Deskripsi Kegiatan Usaha

Nama kode KBLI memang dapat membantu menemukan kategori yang relevan, tetapi deskripsi kegiatan menjadi bagian yang tidak boleh dilewatkan.

Dua kode bisa memiliki nama yang sekilas mirip, tetapi cakupan aktivitasnya berbeda. Jika hanya memilih berdasarkan kata yang muncul pada judul kode, Anda berisiko mendapatkan klasifikasi yang tidak sesuai dengan bisnis.

Perhatikan beberapa hal berikut:

  • Aktivitas yang tercakup dalam kode.

  • Jenis produk atau jasa.

  • Cara bisnis menjalankan kegiatan.

  • Batasan atau pengecualian kegiatan.

  • Kesesuaian dengan model bisnis.

  • Persyaratan perizinan yang mungkin terkait.

Misalnya, bisnis Anda menjual produk melalui marketplace. Jangan otomatis menganggap kata “online” sebagai penentu utama kode. Yang lebih penting adalah barang atau jasa apa yang diperjualbelikan dan aktivitas ekonomi apa yang dilakukan.

Dengan pendekatan ini, pemilihan kode menjadi lebih akurat daripada sekadar mencocokkan kata.

Pastikan Kesesuaian dengan Perizinan

Setelah menemukan kode yang sesuai, periksa kembali apakah kegiatan tersebut memiliki persyaratan perizinan tertentu. Hal ini penting terutama untuk bidang usaha yang memiliki pengaturan khusus.

KBLI dapat berkaitan dengan proses perizinan berbasis risiko dalam sistem OSS. Karena itu, pemilik usaha sebaiknya tidak berhenti setelah menemukan kode yang terlihat sesuai.

Periksa juga:

  • Tingkat risiko kegiatan usaha.

  • Persyaratan dasar yang harus dipenuhi.

  • Perizinan atau sertifikasi yang diperlukan.

  • Ketentuan khusus berdasarkan sektor usaha.

  • Kesesuaian kegiatan dengan NIB.

Langkah ini membantu memastikan bahwa kode KBLI usaha tidak hanya cocok secara deskripsi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan legalitas bisnis.

Bagaimana Cara Cek dan Mencari Kode KBLI?

Setelah memahami kegiatan usaha, Anda dapat melakukan pengecekan melalui sumber resmi. Proses ini penting karena informasi mengenai klasifikasi usaha dan ketentuan perizinan dapat mengalami pembaruan.

Cek KBLI melalui Sumber Resmi

Untuk mendapatkan informasi yang lebih dapat dipercaya, gunakan sumber pemerintah sebagai rujukan utama. BPS dapat digunakan untuk melihat informasi terkait klasifikasi kegiatan ekonomi, sedangkan OSS menjadi rujukan penting ketika pembahasan sudah berkaitan dengan NIB dan perizinan berusaha.

Hindari menjadikan artikel blog atau daftar kode dari situs yang tidak jelas sebagai satu-satunya acuan. Informasi tersebut bisa saja tidak diperbarui atau tidak menjelaskan cakupan kegiatan secara lengkap.

Untuk kebutuhan praktis, Anda dapat melakukan alur pengecekan seperti berikut:

Identifikasi usaha → cari klasifikasi → baca deskripsi → cek persyaratan → sesuaikan dengan kebutuhan legalitas.

Dengan alur tersebut, Anda tidak sekadar menemukan sebuah kode, tetapi juga memahami alasan kode tersebut sesuai dengan bisnis.

Cek Detail Deskripsi Kode

Jangan langsung menetapkan kode pertama yang muncul. Bandingkan beberapa pilihan apabila aktivitas bisnis Anda berada di area yang berdekatan.

Periksa apakah uraian kode benar-benar mencakup kegiatan yang Anda lakukan. Jika ada perbedaan antara kegiatan bisnis dengan deskripsi kode, jangan mengabaikannya hanya karena nama kategorinya terlihat cocok.

Hal ini semakin penting bagi bisnis yang memiliki beberapa kegiatan usaha. Setiap kegiatan perlu diperiksa agar klasifikasinya sesuai dengan aktivitas yang dijalankan.

Sebagai contoh, perusahaan yang memproduksi sekaligus memperdagangkan produk dapat memiliki kebutuhan klasifikasi yang berbeda untuk masing-masing aktivitas. Karena itu, pemilik usaha perlu melihat keseluruhan model bisnis, bukan hanya satu aktivitas yang paling mudah ditemukan.

Periksa Kembali Sebelum Digunakan untuk Legalitas

Sebelum kode digunakan dalam pengurusan NIB atau pendirian badan usaha, lakukan pengecekan terakhir.

Pastikan:

  • Kegiatan pada kode sesuai dengan bisnis.

  • Deskripsi kode sudah dibaca secara lengkap.

  • Kode tersedia dan sesuai pada sistem yang digunakan.

  • Persyaratan perizinan sudah diperiksa.

  • Kegiatan utama dan tambahan sudah teridentifikasi.

Langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko memilih kode usaha yang tidak sesuai sejak awal.

Jika Anda masih kesulitan menentukan kode berdasarkan kegiatan bisnis, jangan asal memilih KBLI hanya karena terlihat paling mirip. Menyesuaikan klasifikasi dengan aktivitas usaha sejak awal akan membuat proses pengurusan legalitas lebih terarah.

Contoh KBLI Berdasarkan Jenis Usaha

Mengetahui KBLI itu apa akan lebih mudah jika Anda melihat penerapannya pada kegiatan usaha sehari-hari. Setiap bisnis memiliki aktivitas yang berbeda, sehingga kode usaha yang digunakan juga harus menyesuaikan dengan kegiatan tersebut.

Pemilik usaha sebaiknya tidak menentukan KBLI hanya berdasarkan nama brand. Perhatikan terlebih dahulu produk atau jasa yang ditawarkan, aktivitas utama bisnis, cara menjalankan usaha, serta model pendapatannya.

Berikut beberapa contoh bidang usaha yang dapat membantu memahami penerapan klasifikasi kegiatan usaha.

Contoh KBLI untuk Perdagangan

Usaha perdagangan mencakup aktivitas membeli dan menjual barang kepada konsumen atau pelaku usaha lain. Namun, perdagangan memiliki banyak kelompok berdasarkan jenis barang dan pola penjualannya.

Contohnya:

  • Perdagangan pakaian.

  • Perdagangan makanan dan minuman.

  • Perdagangan kosmetik.

  • Perdagangan peralatan rumah tangga.

  • Perdagangan barang elektronik.

  • Perdagangan melalui toko atau marketplace.

Misalnya, Anda memiliki toko yang membeli pakaian dari supplier kemudian menjualnya kembali kepada konsumen. Kegiatan utama Anda adalah perdagangan, bukan produksi pakaian.

Sebaliknya, apabila Anda membuat pakaian sendiri dari bahan baku hingga menjadi produk jadi, aktivitas tersebut perlu dilihat dari sisi produksi atau industri.

Perbedaan aktivitas tersebut penting ketika menentukan kode KBLI usaha. Jangan memilih kode hanya karena produk yang dijual memiliki nama yang sama. Fokuslah pada aktivitas ekonomi yang dilakukan.

Contoh KBLI untuk Jasa

Bisnis jasa juga memiliki klasifikasi kegiatan yang beragam. Jenis kode yang digunakan bergantung pada jasa yang diberikan kepada pelanggan.

Beberapa contohnya adalah:

  • Jasa desain grafis.

  • Jasa konsultasi.

  • Jasa pemasaran.

  • Jasa teknologi informasi.

  • Jasa pengembangan perangkat lunak.

  • Jasa fotografi.

  • Jasa periklanan.

  • Jasa profesional lainnya.

Contohnya, dua bisnis sama-sama menggunakan nama “Digital Agency”. Bisnis pertama fokus memberikan jasa desain grafis, sedangkan bisnis kedua menyediakan jasa pengembangan software. Meskipun sama-sama bergerak di bidang digital, kegiatan usahanya berbeda.

Karena itu, pemilik bisnis perlu membaca uraian pada klasifikasi yang tersedia sebelum menentukan kode yang akan digunakan dalam NIB atau legalitas usaha.

Contoh KBLI untuk Kuliner

Bisnis kuliner juga memiliki berbagai bentuk kegiatan. Usaha restoran, katering, produksi makanan, dan perdagangan makanan tidak selalu memiliki klasifikasi yang sama.

Contohnya:

  • Restoran.

  • Rumah makan.

  • Katering.

  • Produksi makanan kemasan.

  • Produksi makanan ringan.

  • Penjualan makanan dan minuman.

  • Usaha minuman.

Misalnya, Anda menjalankan usaha katering untuk acara kantor dan pernikahan. Aktivitas utama bisnis tersebut berbeda dengan restoran yang melayani pelanggan langsung di lokasi.

Begitu juga dengan usaha yang memproduksi makanan ringan kemasan untuk kemudian didistribusikan ke toko. Aktivitas produksinya perlu dibedakan dari kegiatan perdagangan produk makanan.

Karena itu, saat mencari KBLI usaha kuliner, jangan hanya menggunakan kata “makanan”. Jelaskan aktivitas bisnis secara spesifik agar hasil pencarian lebih relevan.

Contoh KBLI untuk Konstruksi

Bidang konstruksi memiliki jenis kegiatan yang cukup luas, mulai dari pekerjaan konstruksi bangunan hingga pekerjaan khusus lainnya.

Pemilik usaha konstruksi perlu memperhatikan jenis pekerjaan yang benar-benar dilakukan, bukan hanya menggunakan istilah umum seperti “kontraktor”.

Contohnya dapat mencakup kegiatan yang berkaitan dengan:

  • Konstruksi bangunan.

  • Konstruksi sipil.

  • Pekerjaan instalasi.

  • Penyelesaian konstruksi.

  • Pekerjaan khusus konstruksi.

Untuk bidang yang memiliki persyaratan teknis atau perizinan khusus, pemeriksaan terhadap klasifikasi dan ketentuan sektor terkait menjadi semakin penting.

Jangan langsung menggunakan satu kode hanya karena bisnis menggunakan istilah “jasa kontraktor”. Identifikasi terlebih dahulu jenis pekerjaan yang dilakukan dan cocokkan dengan deskripsi kegiatan yang berlaku.

Butuh Jasa Penambahan KBLI? Hubungi Sekarang Juga!


Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memilih KBLI

Kesalahan memilih KBLI dapat terjadi ketika pemilik usaha terlalu fokus pada nama bisnis tanpa memahami klasifikasi kegiatan usaha. Padahal, kode tersebut seharusnya menggambarkan aktivitas bisnis secara tepat.

Memilih Kode Hanya Berdasarkan Nama Usaha

Nama brand tidak selalu menunjukkan kegiatan usaha.

Contohnya, nama “Maju Bersama Group” tidak memberi informasi apakah bisnis tersebut bergerak di bidang perdagangan, jasa konsultasi, konstruksi, teknologi, atau bidang lainnya.

Karena itu, jangan mencari kode hanya berdasarkan nama perusahaan atau merek.

Gunakan deskripsi seperti:

“Menjual peralatan rumah tangga secara eceran.”

atau:

“Menyediakan jasa desain identitas visual untuk perusahaan.”

Deskripsi yang spesifik akan membantu proses pencarian kode usaha menjadi lebih terarah.

Menggunakan KBLI yang Tidak Sesuai Kegiatan

Kesalahan berikutnya adalah memilih kode yang terlihat paling dekat, tetapi sebenarnya tidak menggambarkan kegiatan bisnis.

Misalnya, sebuah usaha memproduksi makanan sendiri, tetapi menggunakan klasifikasi yang hanya menggambarkan perdagangan. Dalam kondisi seperti ini, informasi mengenai kegiatan bisnis menjadi kurang tepat.

Sebelum menetapkan kode, bandingkan:

Aktivitas bisnis → deskripsi KBLI → cakupan kegiatan → kebutuhan perizinan.

Jika keempatnya sudah sesuai, pilihan kode akan lebih kuat.

Tidak Memeriksa Persyaratan Perizinan

Menemukan kode yang sesuai belum tentu menjadi langkah terakhir. Beberapa kegiatan usaha dapat memiliki persyaratan perizinan, standar, sertifikasi, atau ketentuan khusus.

Karena itu, setelah menentukan klasifikasi kegiatan usaha, periksa kembali informasi perizinan pada sistem OSS dan ketentuan sektor yang berkaitan.

Hal ini penting terutama bagi usaha yang bergerak di sektor seperti:

  • Konstruksi.

  • Makanan dan minuman.

  • Kesehatan.

  • Perdagangan tertentu.

  • Industri.

  • Transportasi.

  • Jasa tertentu.

Dengan melakukan pemeriksaan sejak awal, pemilik usaha dapat mengetahui kebutuhan legalitas yang mungkin muncul dari kegiatan bisnisnya.

Tidak Memperbarui Kegiatan Usaha

Bisnis dapat berkembang. Usaha yang awalnya hanya menjual produk bisa saja kemudian mulai memproduksi sendiri, membuka layanan baru, atau menambah aktivitas bisnis lainnya.

Ketika terjadi perubahan tersebut, pemilik usaha perlu mengevaluasi kembali profil kegiatan usaha dan KBLI yang digunakan.

Jangan menganggap kode yang dipilih ketika pertama kali mendirikan usaha akan selalu mencakup seluruh aktivitas bisnis di masa depan.

FAQ tentang KBLI

KBLI itu apa?

KBLI itu apa? KBLI adalah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia yang digunakan untuk mengelompokkan kegiatan ekonomi berdasarkan jenis aktivitas usaha. Dalam praktiknya, kode KBLI membantu menggambarkan bidang usaha yang dijalankan dan menjadi bagian penting dalam pengurusan administrasi serta perizinan berusaha.

KBLI digunakan untuk apa?

KBLI digunakan untuk mengklasifikasikan kegiatan usaha berdasarkan jenis aktivitas ekonominya. Bagi pelaku usaha, klasifikasi ini berkaitan dengan pencatatan kegiatan usaha dan proses perizinan berusaha, termasuk ketika mengurus NIB melalui sistem OSS.

Apakah KBLI wajib untuk membuat NIB?

Ketika melakukan proses perizinan berusaha melalui OSS, pelaku usaha perlu menentukan kegiatan usaha yang dijalankan dan mengklasifikasikannya sesuai sistem yang berlaku. Karena itu, memahami kode KBLI menjadi bagian penting sebelum mengurus NIB.

Apakah satu usaha boleh memiliki beberapa KBLI?

Jika suatu usaha memang menjalankan beberapa kegiatan ekonomi, pelaku usaha dapat memiliki beberapa klasifikasi kegiatan yang relevan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, kode yang dicantumkan sebaiknya benar-benar mencerminkan kegiatan usaha yang dijalankan atau direncanakan.

Apakah KBLI bisa diubah?

Kegiatan usaha dapat mengalami perubahan atau penambahan seiring perkembangan bisnis. Dalam kondisi tersebut, informasi kegiatan usaha dan klasifikasinya perlu dievaluasi serta disesuaikan melalui prosedur yang berlaku pada sistem perizinan.

Bagaimana cara mengetahui KBLI yang tepat?

Mulailah dengan menjelaskan aktivitas bisnis secara spesifik. Kemudian cari klasifikasi yang sesuai, baca uraian kegiatannya, dan periksa persyaratan perizinan yang berkaitan. Jangan menentukan kode hanya berdasarkan nama usaha atau kata yang terlihat paling mirip.

Bingung Menentukan KBLI yang Sesuai? Jangan Asal Pilih

Salah memilih KBLI dapat membuat informasi kegiatan usaha tidak sesuai dengan bisnis yang sebenarnya. Karena itu, sebelum mengurus NIB, CV, PT, atau legalitas lainnya, pastikan Anda sudah memahami aktivitas usaha dan klasifikasi yang tepat.

Tidak yakin kode mana yang sesuai dengan bisnis Anda? Konsultasikan terlebih dahulu agar tidak salah langkah. POPJASA siap membantu Anda memahami kebutuhan KBLI dan legalitas usaha dengan proses yang lebih mudah, cepat, dan profesional. 🚀

Hubungi POPJASA sekarang dan siapkan legalitas bisnis Anda dengan lebih yakin!

Cara Menghubungi POPJASA

Setelah memahami pentingnya legalitas usaha dan manfaat mendirikan CV, langkah selanjutnya adalah memilih partner yang tepat untuk membantu proses tersebut. POPJASA hadir sebagai solusi terpercaya yang siap membantu Anda dari awal hingga selesai.

Kontak dan Lokasi Terdekat

POPJASA memiliki jaringan layanan yang luas dan tim profesional yang siap membantu Anda. Anda bisa dengan mudah menghubungi tim kami untuk:

  • Konsultasi awal GRATIS

  • Menanyakan persyaratan lengkap

  • Mendapatkan estimasi biaya dan waktu

  • Menjadwalkan pertemuan jika diperlukan

Kemudian meskipun kantor pusat berada di Surabaya dan memiliki banyak cabang di berbagai kota, layanan POPJASA tetap menjangkau kota lain secara optimal melalui sistem kerja yang sudah terstruktur dan profesional.

Layanan Online dan Offline

Selain itu, POPJASA juga menyediakan layanan fleksibel yang bisa di sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Anda bisa memilih:

Layanan Online:

  • Konsultasi via WhatsApp : 082333392792

  • Pengiriman dokumen via email

  • Proses pengurusan tanpa harus keluar rumah

Layanan Offline:

  • Meeting langsung dengan tim (by appointment)

  • Pendampingan dokumen secara langsung

  • Penjelasan detail secara tatap muka


Konsultasi GRATIS sekarang juga!
Informasi lebih lanjut : jasapengurusanpt.com atau popjasabandung.id

Klik Kontak Kami Di Sini

Syarat Pengurusan PKP CV

Baca Selanjutnya

Artikel Pilihan Lainnya

Lihat Semua →