Mengetahui KBLI itu apa akan lebih mudah jika Anda melihat penerapannya pada kegiatan usaha sehari-hari. Setiap bisnis memiliki aktivitas yang berbeda, sehingga kode usaha yang digunakan juga harus menyesuaikan dengan kegiatan tersebut.
Pemilik usaha sebaiknya tidak menentukan KBLI hanya berdasarkan nama brand. Perhatikan terlebih dahulu produk atau jasa yang ditawarkan, aktivitas utama bisnis, cara menjalankan usaha, serta model pendapatannya.
Berikut beberapa contoh bidang usaha yang dapat membantu memahami penerapan klasifikasi kegiatan usaha.
Contoh KBLI untuk Perdagangan
Usaha perdagangan mencakup aktivitas membeli dan menjual barang kepada konsumen atau pelaku usaha lain. Namun, perdagangan memiliki banyak kelompok berdasarkan jenis barang dan pola penjualannya.
Contohnya:
Perdagangan pakaian.
Perdagangan makanan dan minuman.
Perdagangan kosmetik.
Perdagangan peralatan rumah tangga.
Perdagangan barang elektronik.
Perdagangan melalui toko atau marketplace.
Misalnya, Anda memiliki toko yang membeli pakaian dari supplier kemudian menjualnya kembali kepada konsumen. Kegiatan utama Anda adalah perdagangan, bukan produksi pakaian.
Sebaliknya, apabila Anda membuat pakaian sendiri dari bahan baku hingga menjadi produk jadi, aktivitas tersebut perlu dilihat dari sisi produksi atau industri.
Perbedaan aktivitas tersebut penting ketika menentukan kode KBLI usaha. Jangan memilih kode hanya karena produk yang dijual memiliki nama yang sama. Fokuslah pada aktivitas ekonomi yang dilakukan.
Contoh KBLI untuk Jasa
Bisnis jasa juga memiliki klasifikasi kegiatan yang beragam. Jenis kode yang digunakan bergantung pada jasa yang diberikan kepada pelanggan.
Beberapa contohnya adalah:
Jasa desain grafis.
Jasa konsultasi.
Jasa pemasaran.
Jasa teknologi informasi.
Jasa pengembangan perangkat lunak.
Jasa fotografi.
Jasa periklanan.
Jasa profesional lainnya.
Contohnya, dua bisnis sama-sama menggunakan nama “Digital Agency”. Bisnis pertama fokus memberikan jasa desain grafis, sedangkan bisnis kedua menyediakan jasa pengembangan software. Meskipun sama-sama bergerak di bidang digital, kegiatan usahanya berbeda.
Karena itu, pemilik bisnis perlu membaca uraian pada klasifikasi yang tersedia sebelum menentukan kode yang akan digunakan dalam NIB atau legalitas usaha.
Contoh KBLI untuk Kuliner
Bisnis kuliner juga memiliki berbagai bentuk kegiatan. Usaha restoran, katering, produksi makanan, dan perdagangan makanan tidak selalu memiliki klasifikasi yang sama.
Contohnya:
Misalnya, Anda menjalankan usaha katering untuk acara kantor dan pernikahan. Aktivitas utama bisnis tersebut berbeda dengan restoran yang melayani pelanggan langsung di lokasi.
Begitu juga dengan usaha yang memproduksi makanan ringan kemasan untuk kemudian didistribusikan ke toko. Aktivitas produksinya perlu dibedakan dari kegiatan perdagangan produk makanan.
Karena itu, saat mencari KBLI usaha kuliner, jangan hanya menggunakan kata “makanan”. Jelaskan aktivitas bisnis secara spesifik agar hasil pencarian lebih relevan.
Contoh KBLI untuk Konstruksi
Bidang konstruksi memiliki jenis kegiatan yang cukup luas, mulai dari pekerjaan konstruksi bangunan hingga pekerjaan khusus lainnya.
Pemilik usaha konstruksi perlu memperhatikan jenis pekerjaan yang benar-benar dilakukan, bukan hanya menggunakan istilah umum seperti “kontraktor”.
Contohnya dapat mencakup kegiatan yang berkaitan dengan:
Untuk bidang yang memiliki persyaratan teknis atau perizinan khusus, pemeriksaan terhadap klasifikasi dan ketentuan sektor terkait menjadi semakin penting.
Jangan langsung menggunakan satu kode hanya karena bisnis menggunakan istilah “jasa kontraktor”. Identifikasi terlebih dahulu jenis pekerjaan yang dilakukan dan cocokkan dengan deskripsi kegiatan yang berlaku.
Butuh Jasa Penambahan KBLI? Hubungi Sekarang Juga!
